Rabu, 19 November 2008

Duduk Diam Dapat Duit

Posted by Haryo Prabowo

Duduk, diam, dapat duit (4-D). Begitulah kalimat yang sering diidentikkan dengan para pelaku bisnis online, entah apa pun bisnis yang dia jalankan.

Hmm…. enak betul ya kalau hanya duduk dan diam kita bisa dapat duit — dalam jumlah banyak lagi! Tapi apakah kenyataannya seperti itu?

Jawabnya : tidak.

Faktanya, slogan 4-D itu sama sekali tidak bisa berlaku. Semua butuh proses, semua butuh pengorbanan, dan semua butuh kesabaran. Dan hasil yang akan Anda dapat sesuai apa yang Anda keluarkan — that’s the golden rule of life. Jadi mau tidak mau kita harus bekerja keras untuk bisa berhasil dalam bisnis online. Apapun tipe bisnis yang kita geluti.

Faktanya adalah bisnis online tidak jauh beda dengan bisnis di dunia nyata : ada banyak hal yang harus Anda lakukan untuk bisa sukses dalam dunia bisnis online.

Jika Anda seorang ads publisher, Anda harus memperhatikan traffik situs Anda, Anda harus memperhatikan click-through iklan Anda, Anda harus memperhatikan demografi visitor situs bisnis Anda, dan sebagainya.

Tidak selalu mudah untuk berbisnis online, walau juga tidak selalu susah. Yang jelas perlu usaha yang cukup keras untuk bisa maju dan sukses, tidak bisa hanya duduk dan diam lalu menunggu uang mengalir ke rekening Anda.

Jika Anda seorang internet marketer, Anda harus memperhatikan sales copy situs Anda, memperhatikan performa list building situs Anda, memperhatikan performa autoresponder-open-rate dari newsletter Anda, dan sebagainya.

Jika Anda seorang paid reviewer, maka Anda harus begini begitu. Jika Anda pemilik jasa web hosting, maka Anda harus begini begitu. Daaaaaaan seterusnya.

Jadi kalau Anda selalu membayangkan bahwa dengan berbisnis online Anda bisa duduk-diam-dapat-duit, sebaiknya Anda berhenti berkhayal sekarang juga, :-)

Jangan malas untuk bekerja, jangan bosan untuk berusaha. Yakinlah bahwa semua yang Anda lakukan akan mendapatkan hasil yang menyenangkan. Semua usaha yang Anda lakukan akan menghasilkan uang yang lebih banyak lagi pada masa panen tiba.

Ingat hukum kehidupan : semua ada harganya. Dan jika Anda mau membayar mahal, maka Anda bisa mendapatkan barang yang bagus. Harga nggak bohong, begitu kalau kata orang.

Bagaimana dengan saya sendiri, kok enak banget sehari-hari cuman kerja dari rumah tapi bisa dapat income besar? Itu kan kayak enggak kerja?

Ups jangan salah. Sekedar info, saat ini saya bisa meraih income dari bisnis online sekitar 10 juta rupiah per bulannya itu semua adalah hasil dari sebuah perjuangan yang tidak mudah.

Saya meluangkan ratusan jam untuk belajar kesana-kemari. Saya mengeluarkan ratusan dollar untuk membeli berbagai buku panduan yang berkualitas tinggi + layanan pembantu online business yang saya butuhkan. Saya bahkan ngutang pakai kartu kredit orang demi membeli layanan + buku panduan tersebut.

Saya meluangkan 3-4 jam sehari untuk berbisnis online sepulang kuliah (sisa setahun lagi). Saya bangun sebelum orang lain bangun, saya tidur setelah orang lain tidur. Apakah itu bukan sebuah perjuangan? Apakah itu bukan sebuah “kerja”?

Tapi walau begitu saya tidak merasa merugi. Income sekitar 10 juta rupiah / bulan dari berbagai bisnis online saya rasa cukup berharga untuk membayar semua kerja keras saya itu.

Sebuah perjuangan yang lumayan melelahkan, tapi hasilnya sangat membahagiakan :-) — setidaknya saya merasa sangat bahagia bisa dapat segitu, walau mungkin kecil nilainya bagi sebagian Anda.

Bisnis online memang secara umum mudah, tapi bukan berarti bisa kita jalankan asal-asalan. Sama seperti bisnis di dunia nyata, Anda perlu meluangkan waktu dan tenaga untuk mendapatkan hasil yang baik. Hasilnya, sekali lagi, sebanding dengan kerja keras Anda.

Berdasar pengalaman saya & client-client saya di uangpanas.com, kalau Anda hanya mau meluangkan waktu 1-2 jam sehari menjalankannya, Anda bisa mendapat untung Rp 100.000 - 300.000 dalam sehari berbisnis online. Tapi kalau Anda meluangkan waktu lebih banyak lagi, misal 4-5 jam sehari untuk berbisnis online, Anda bisa mendapat Rp 500.000-1.000.000 per harinya.

Jadi, sekali lagi, semakin besar usaha Anda, semakin besar pula yang bisa Anda raih :-)

Jadi bagi Anda yang merasa tertarik di bisnis online, bersiaplah untuk bekerja keras juga. No pain == no gain. Jangan mudah menyerah, jangan mudah merasa putus asa. Teruslah berusaha untuk maju. Jalan tidak selalu mudah, tapi untuk mendatangi tujuan Anda, selalu ada jalan.

Cara Menjadi Ahli Bisnis Online

Posted by Haryo Prabowo

Pernahkah Anda bercita-cita ingin menguasai berbagai bahasa di dunia ini? Mungkin Indonesia + Cina + Inggris + Perancis + Jepang + + + + ? Pernahkah Anda bercita-cita untuk menjadi seorang yang amat sangat pintar dalam berbagai bidang? Menjadi ahli fisika + kimia, atau menjadi ahli ini dan sekaligus ahli itu?

Saya rasa mungkin sebagian di antara Anda pernah. Saya sendiri pernah, pernah mimpi bisa begitu maksudnya, hehe…

Nah tapi sekarang berhubung blog saya ini tentang bisnis online, maka pertanyaan saya adalah :: pernahkah Anda ingin menjadi ahli dalam berbisnis online, entah bisnis apa pun itu? Jika pernah, saya berani katakan kepada Anda bahwa Anda bisa! Kenapa tidak?

Tapi masalahnya adalah, bagaimana cara menjadi ahli dalam berbisnis online?

Hmmm……..

Salah satu jalan yang bisa Anda coba adalah : pengalaman.

Ada banyak sekali orang yang berusaha untuk membangun bisnis di dunia maya, tapi mereka memiliki keahlian terbatas. Hasilnya adalah income dari bisnis online yang mereka lakukan tidak optimal. Mereka selalu bingung mencari cara untuk mendapat hasil lebih optimal dalam berbisnis. Akhirnya mereka mencoba-coba trik ini itu, mereka berpikir keras bagaimana cara membuat pengunjung situs mereka lebih banyak, mereka berusaha keras mencoba-coba optimasi di sini di situ.

Pada akhirnya mereka menjadi seorang ahli di bidangnya. Dan mereka sukses di bidang tersebut. Anda ingin mencoba cara ini untuk menjadi ahli? Silakan.

Tapi ada beberapa syarat berat yang harus bisa Anda penuhi, seperti :

  • Anda harus berani memulai bisnis online Anda
  • Anda harus aktif belajar, bereksperimen sendiri
  • Anda harus siap menanggung resiko pusing
  • Anda harus siap meluangkan waktu yang lama dalam belajar
  • Dan Anda harus menyiapkan modal belajar yang lebih besar lagi

Jika Anda merasa bisa memenuhi syarat-syarat tersebut, bagus. Anda bisa mencoba sekarang bisa menjadi seorang ahli dari bawah, dari hasil mencoba-coba sendiri. Hanya saja, siapkan syarat-syarat di atas.

Jika Anda memang seorang tipe “petualang”, pengemar “tantangan”, cara ini cocok bagi Anda. Saya yakin waktu yang panjang akan terasa bermakna bagi Anda, kehilangan uang akan memotivasi Anda untuk lebih serius lagi, dan kelelahan bereksperimen akan menjadi pemecut semangat Anda untuk bekerja lebih cerdas. Pokoknya jika Anda tipe orang yang berprinsip “kegagalan adalah sukses yang tertunda”, maka inilah pilihan yang bagus bagi Anda.

Tapi kalau saya, jujur saja tidak bisa seperti itu. Jujur saja, saya tipe orang pecinta hal-hal yang bersifat instant. Saya ingin berhasil dalam suatu bidang dengan cepat. Saya ingin bisa menjadi ahli lebih cepat dari “waktu normal”. Jadi saya rasanya tidak akan tahan untuk melewati kegagalan-kegagalan terus menerus, atau untuk belajar dari sana-sini terus menerus. 2-3 kali gagal sih ok, tapi berikutnya saya rasa tidak akan kuat.

Toh tujuan saya berbisnis online bukan untuk “mencari tantangan”, atau “belajar gagal untuk sukses”. Bagi saya tidak ada istilah “kegagalan adalah sukses yang tertunda”. Bagi saya, gagal ya gagal, tapi next time saya harus sukses. Begitu prinsip saya. Dan begitu juga prinsip bisnis saya.

Nah kalau Anda tipe orang yang seperti saya, Anda tidak bisa menjalani proses seperti yang disebutkan di contoh pertama. Anda harus mencari jalan pintas, jalan (agak) instant untuk sukses. Dan ini yang saya lakukan, saya menempuh jalan pintas untuk sukses.

Bagaimana jalannya? Inti jalannya sebenarnya sama dengan contoh pertama, intinya juga mencari ilmu untuk bisnis online. Tapi saya tidak mau mendapat ilmu dari pengalaman gagal saya sendiri, saya ingin cara yang instant, yaitu : mengcopy ilmu mereka yang sudah ahli! Keren kan?

So, bagaimana cara mengcopy ilmu mereka yang sudah ahli?

Caranya banyak!

Salah satunya, Anda bisa aktif ikut di forum pebisnis online para ahli. Salah satu yang saya sarankan adalah forum digital point. Di sana Anda bisa belajar banyak tentang bisnis online (in English).

Yang kedua, Anda bisa berlangganan newsletter dari berbagai ahli dalam bidangnya masing-masing. Saya sendiri berlangganan newsletter dari para master seperti blogger John Chow, Shoemoney, Yaro Starak, dan lainnya.

Yang ketiga, Anda bisa mengikuti training yang diadakan oleh para ahli bisnis online tersebut. Banyak kok tempatnya, seperti di wealthyaffiliate.com atau di teachingsells.com misalnya.

Dan cara yang keempat, adalah dengan membeli buku yang ditulis pada ahli tersebut. Cara ini paling singkat, tapi hasilnya paling mantap. Saya sudah melakukan ini beberapa kali, dan hasilnya bisa dibilang luar biasa. Jujur saja, cara ini adalah cara favorit saya.

Misalnya, ketika saya ingin belajar CopyWriting, saya membeli buku karangan Joe Vitale (mrfire.com). Saat saya ingin mengetahui cara membangun bisnis online dengan cepat, saya mencari buku dari Ewen Chia (ewenchia.com), saat saya ingin belajar blogging saya membeli buku dari Yaro Starak (entrepreneurs-journey.com), dan terakhir saat saya ingin belajar menjadi affiliate, saya membeli buku yang ditulis seorang ahli affiliate marketing, Rosalind Gardner, senilai US$ 47 di superaffiliatehandbook.com.

Mahal kan US$ 47? Ya mahal. Tapi sebanding dengan apa yang saya dapatkan. Ilmu yang saya dapat jauh lebih banyak daripada membaca-baca blog orang, atau dari membaca-baca newsletter (yang hanya muncul seminggu sekali). Saya merasa tidak rugi membeli ebook tulisan Rosalind setebal 250+ halaman full english itu, karena hasil yang saya dapatkan lebih banyak dari yang saya keluarkan.

Butuh fakta? Faktanya adalah pada tanggal 1-3 Juli kemarin saya baru saja mendapat order senilai Rp 1.000.000+ dari hasil berbisnis affiliasi. Ya betul, dari bisnis affiliasi, dari menjual produk orang lain (bukan produk saya sendiri). Bagaimana caranya? Cukup dengan menerapkan dua teknik yang dituliskan Rosalind di dalam bukunya. Tidak rugi kan saya membeli bukunya?

( belinya pakai credit card ayah saya, ngutang dulu. Maklum mahasiswa belum punya credit card :-D )

So, sekarang Anda merasa Anda tipe yang mana? Tipe yang suka mencoba-coba sendiri, atau tipe pecinta hasil instant? ( tidak terlalu instant sih, tetap harus berjuang juga, tapi minimal tidak sekeras mencoba-coba sendiri)

Kemukakan pikiran Anda dengan memberikan komentar pada artikel ini! Kalau tipe yang suka coba-coba, sebutkan alasannya. Kalau tipe penyuka hasil (agak) instant, kemukakan juga jawaban Anda dan kemukakan juga cara belajar “instant” favorit Anda di form komentar artikel ini. Mari berbagi pandangan, ini bentuk mencari ilmu bisnis juga kan